- Uncategorized

Trigana Air berpenumpang 54 orang menghilang di Papua

Trigana Air berpenumpang 54 orang menghilang di Papua

Trigana Air berpenumpang 54 orang menghilang di Papua

Sebuah pesawat kecil dikabarkan tengah menghilang selama penerbangannya di udara. Pesawat dengan kode penerbangan IL 267 dan tujuan penerbangan Jayapura ke Oksibil pada hari minggu 16 Agustus 2015, seharusnya perkiraan sampainya pesawat ke lokasi adalah pukul 15.15 WIT(Waktu Indonesia Timur). Namun setelah sekian lama ditunggu, pesawat IL 267 tersebut tak kunjung muncul dan memberi aba-aba pada tower komunikasi pihak bandara Oksibil.

Dengan keterangan yang diberikan oleh pihak pekerja di Tower Sentani(Menara ATC), mereka membenarkan bahwa adanya pesawat yang lost contact. Setelah di cari keterangan soal penumpang dalam pesawat tersebut tercatat total penumpang ada sebanya 49 orang dan 5 orang lainnya merupakan kru pesawat. Keterangan lebih rinci juga diberikan yakni 44 penumpang dewasa, 3 orang anak-anak, 2 balita dan 5 kru pesawat, Total keseluruhannya ada 54 orang penumpang.

Pesawat dengan kode penerbangan IL 267 tersebut berangkat pada pukul 14.22 (waktu lokal) dan tiba di tempat tujuan pada jam 15.04 (waktu lokal), namun pesawat tersebut sudah lost contact sekitar pukul 14.55 (waktu lokal). Setelah memeastikan bahwa pesawat tersebut hilang, para tim SAR melakukan pencarian, dan karena keadaan cuaca yang buruk maka pencarian terjadi kendala.

Berikut rincian yang diberikan oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata tentang pesawat yang hilang tersebut :
Jenis Pesawat : ATR 42-300
Nomor Penerbangan : IL 267
Nomor registrasi : PK YRN
Rute Perjalanan : Sentani-Jayapura menuju Oksibil
Waktu Berangkat : 14.22 WIT (Waktu Indonesia Timur)
Waktu Tiba : 15.04 WIT (Waktu Indonesia Timur)
Waktu Loss Contact dengan Menara ATC Bandara Sentani : 14.55 WIT (Waktu Indonesia Timur)

Dalam waktu yang tidak singkat itu tim SAR dan seluruh anggota TNI serta Aparat kepolisian telah turun tangan mencari keberadaan pesawat tersebut. Menurut keterangan dari masyarakat, mereka melihat adanya pesawat jatuh di bagian Bape,Oksibil. Dengan sesegera mungkin pihak TNI mengerahkan anggotanya untuk segera menelusuri bagian Bape yang merupakan sebuah desa di kabupaten Pegunungan Bintang, Oksibil. Pihak pesawat Trigana juga tidak tinggal diam dan segera mengirimkan 1 pesawat untuk melakukan pencarian dari udara, namun apa daya, cuaca yang tidak mendukung malah mengirimkan balik pesawat tersebut.

Inilah daftar ke 49 orang penumpang Pesawat Trigana Air yang lost contact :
Endah Muatika Sari; La boni; Yukita Kalakmabin; Markus Kalakmabin; Oscar Manginto; Menakem Mote. ; Yosi Mote. ; Agustinus Luarmase ; Dewa Putu Raka ; M.n Aragae ; Yustinus Hurulean ; Laode; Waode Suriana ; Yohanis Kiabra; Yunus Setamanggi; Supriani; Pariem ; Ardono Hikmat ; Yundriadi ; Susilo ; Utopdana Hosea ; Asirun ; Amran ; Musfia ; Wengdepen Balmuki ; Esap Aruman; Pieter; Surya; Tenua Babingga; Natikonop Ierenius ; Marusaha Sitorus ; Armaita ; Epiardi ; Eki Kimki ; Kepideal ; Petrus Tekwge ; Kasikmabin Enggelbertus ; Milka Kalakamabin ; Ewelin Urobmabin ; Theo Steben kalakmabin ; Yusron ; Egeneo Dilam ; Enilia Gobai ; Ronal Dilam ; Alimdam Yawan ; Netodius ; Marcelino ; Palerin.

Dan ini daftar 5 orang kru dan awak pesawat :
1. Capt Hasanudin (pilot)
2. Ariadin (FO)
3. Ika (pramugari)
4. Ditta (pramugari)
5. Mario (mekanik)

Menurut pengakuan dari pihak Trigana Air, Pilot yang mengemudikan pesawat IL 267 itu sudah merupakan pilot senior dan memiliki jam terbang yang tinggi. Kantor Trigana Air yang berada di Kalimalang telah dibanjiri dengan isak tangis dari keluarga penumpang. Pihak Trigana Air hanya bisa menghimbau kepada keluarga korban agar sabar denga keputusan yang didapat selama pencaharian tersebut selesai.

Setelah terus mencoba pencarian dari udara, tim SAR akhirnya memutuskan untuk melakukan pencarian pesawat Trigana tersebut pada hari senin ini. Dengan berbekal informasi dari masyarakat yang mempunyai dugaan kuat bahwa pesawat Trigana telah menabrak pegunungan, tim SAR yang ingin memastikan akan megirimkan pasukannya untuk menyisir wilayah pegunungan di daerah sekitar desa Bape.

Dan diketahui ada 3 orang yang tidak jadi menumpangi pesawat tersebut yakni bernama Susilo, Hikmat Hardono dan Yundri. ketiga orang penumpang ini dikabarkan batal berangkat karena kesalahan manifes. Setelah dikonfirmasi sekali lagi soal penumpang yang akan terbang itu tercatat sekitar 9 orang penumpang yang berganti nama sebagai penumpang di pesawat IL 267 tersebut yakni :

– Yohanis Kiabra diganti dengan Nelson Wayang
– Yunus Setamanggi diganti dengan Yana Uropka
– Ardono Hikmad diganti dengan Yance Wapdanon
– Yundriadi diganti dengan Kayus Kipka
– Susilo diganti dengan Terianus Salawala
– Piter diganti dengan Eli Uropmabin
– Surya diganti dengan Timius Dupui
– Marusaha Sitorus diganti dengan Obhet Turukna
– Petrus Tekege diganti dengan Jhon Gasper

Akhirnya pesawat tersebut telah ditemukan tanda-tanda di daerah Kamp 3 Distrik Okbape dan dipastikan oleh penduduk sekitar bahwa pesawat tersebut menabrak gunung Tangok. Bila kita mencari wilayah Okbape dan gunung Tangok yang hanya terlihat adalah pegunungan yang sangat curam dan jika diperhitungkan, jarak tempuh untuk mencapai lokasi adalah 25 kilometer. untuk menjangkau wilayah tersebut harus menempuh jalanan darat yang curam serta di tutupi dengan hutan yang lebat. Telah diturunkan sekitar 80 orang personil dalam pencarian melalui jalur darat. Hingga pagi ini masih belum ditemukan tanda keberadaan puing pesawat jatuh tersebut. Namun dipastikan oleh pihak Trigana, selain membaa penumpang, mereka juga sedang mengangkut 6,5 Milyar rupiah untuk digunakan sebagia sumbangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *